Forum Warga

Puting Beliung Kembali Terjang Cilacap

E-mail Print PDF

CILACAP-Puting beliung  kembali menyapu  wilayah Cilacap Barat. Setelah menghantam kawasan Cipari dan sekitarnya pekan lalu,  Rabu sore lalu (6/1) angin yang juga biasa disebut dengan nama angin lisus ini kembali menerjang dua kecamatan, Cimanggu dan Majenang. Akibat sapuan angin kencang ini 6 rumah warga roboh. Ratusan rumah lainnya rusak.

Di Kecamatan Cimanggu, 5 rumah roboh, 26 rusak berat dan 67 rumah mengalami kerusakan sedang dan ringan. Seluruh rumah tersebut berada di Desa Rejodadi . Sementara itu, dari Majenang dilaporkan, 12 rumah yang tersebar di empat desa, Cilopadang, Padangsari, Salebu, dan Sindangsari.

Menurut Sukir, salah satu warga Rejodadi yang rumahnya rata dengan tanah, kejadian Rabu sore kemarin terjadi saat hujan deras. Saat itu, ia yang tengah berada dirumah bersama keluarganya, sama sekali tidak mendengar adanya suara pohon tumbang yang kemudian mengenai rumahnya. "Angin sangat kencang. Saya tidak dengar suara pohon roboh," katanya kemarin (7/1).

Akibatnya, kepalanya terantuk salah satu tiang rumahnya saat ia tengah berusaha untuk keluar dari rumah. Beruntung, ia hanya mengalami luka gores kecil dikening. Sementara tiga orang anaknya dan istrinya berhasil selamat dari musibah.

Lain lagi dengan cerita San Ruswin. Saat angin datang, ia dan istrinya sedang berada di dalam rumah. Akibatnya, angin yang datang tiba-tiba itu merobohkan rumahnya. Akibatnya, dia dan istrinya menderita luka karena tertimpa kayu atap rumah dan genteng.

“Angin tidak jelas datangnya. Saya dan istri kaget sewaktu tiba-tiba rumah ambruk. Saya tertindih tiang dan istri saya tertimpa kayu atap. Untungnya kami masih bisa keluar,” tuturnya.

Kemarin, petugas kecamatan setempat langsung mengirimkan sejumlah bantuan berupa sembako dan pakaian pantas pakai. Seperti yang disampaikan oleh Camat Cimanggu Marsono, bantuan tersebut langsung dibagikan kepada warga yang menjadi korban. Ini karena ada warga yang kehilangan rumah dan juga pakaian. Keluarga yang rumahnya roboh rata tanah mendapat jatah 25 kilogram beras, rusak sedang dan ringan mendapat jatah sama, 10 kilogram.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dangir Mulyadi kepada Radarmas menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan di Kecamatan Majenang. Ini karena seluruh pendataan belum selesai semua. "Majenang masih kita tunggu karena pendataan masih berlangsung," katanya. (rid)

Comments
Search
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Kirim Berita

Pilihan Bahasa

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Survei

Apa Pendapat Anda tentang Kinerja Penanganan Korban Gempa Bumi (2/9/2009) oleh Pemkab Cilacap?
 

RSS

You are here: