Hujan besar yang turun dua hari terakhir menyebabkan Sungai Cibeureum meluap. Akibatnya, empat desa di Kecamatan Sidareja terendam banjir. Selain merendam permukiman warga, air juga menggenangi areal Pasar Sidareja, beberapa gedung sekolah dan areal persawahan.
Penyebab banjir disinyalir karena buruknya sistem drainase Kota Sidareja. Diperparah dengan hujan disertai puting beliung yang membawa sampah pepohonan dari wilayah pegunungan, saluran buang air Sidareja menjadi tersumbat. Curah hujan yang begitu tinggi beberapa hari terakhir membuat saluran-saluran air tak bisa lagi menampung debit air yang masuk.
Windu (27), Warga Tegalsari mengatakan banjir sudah menjadi langganan musim hujan. Tiap tahun, dipastikan genangan air menjadi pemandangan sehari-hari. Aktifitas warga jadi begitu terganggu. Sebab, semua kegiatan dilakukan dalam kondisi basah tergenang. “Padahal banjir bisa menggenang hingga 3 hari. Kalau ini ditambah hujan lagi air ya tambah tinggi,”katanya.
Di sebagian areal Pasar Karna, Sidareja air menggenang hingga ketinggian selutut orang dewasa. Bagi pedagang, ini cukup mengganggu. Pasalnya, dipastikan pendapatan mereka menurun drastis. “Pembeli jadi enggan berbelanja ke pasar. Dagangan jadi sepi pembeli,” ujar Satinah, penjual buah dan sayur. Banjir ini juga mengganggu suplai barang ke pedagang dari para supplier barang. Sebab, alat angkut tidak bisa difungsikan hingga ke dalam pasar. Alhasil, suplai barang menjadi lamban.
Sementara itu, di SD negeri 4 Sidareja, guru dan murid sekolah tampak sedang membersihkan sisa genangan yang bercampur Lumpur. Diakui oleh Kepala SD 4 Sidareja, Siti Fatimah, bekas genangan ini sangat mengganggu. Sebab, meski sudah dibersihkan, hingga berminggu-minggu kemudian masih ada sisa busuk dan amis di sekitar areal sekolah. “Tentu ini sangat mengganggu jalannya proses belajar mengajar,” jelasnya.
Puluhan hektar sawah di Sidareja terancam gagal panen jika air tak segera surut. Petani khawatir hujan akan kembali datang sebelum air benar-benar surut. Jika terjadi, maka air tidak akan surut. Tanaman padi yang sudah berumur rata-rata dua bulan ini dikhawatirkan akan busuk terendam jika dalam waktu dua hari tetap terendam.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), Edi Kurniawan mengatakan Pemda sudah mempersiapkan lokasi evakuasi jika air tidak segera turun. Tempat tersebut adalah Pendopo Kecamatan dan Gedung Mapolsek Sidareja. Dia mengungkapkan saat rendaman air sedang tinggi-tingginya sembilan KK telah mengungsi di dua tempat tersebut. Menyoal bantuan Bencana dari Pemda, diakui oleh Edi belum turun. Pasalnya, laporan baru dikirimkan minggu pagi.
| Comments |
|




