Forum Warga

Ketika Kent Menjadi Pemateri di Pelatihan Kemasan

E-mail Print PDF
"Jika kita ingin menjadi pebisnis yang besar, maka kita harus berani produksi dalam jumlah yang besar. Kemasan hanya menjadi salah satu faktor dalam strategi marketing. Jika kita berjejaring dengan supermarket yang punya banyak cabang, maka mereka akan meminta bukan dalam jumlah yang sedikit. Persoalannya, apakah peserta pelatihan disini termasuk orang-orang yang berani menjadi besar?".

Analisis dan pertanyaan diatas menjadi salah satu hal yang ditekankan Kent dalam presentasenya menjadi pemateri di Pelatihan Pengemasan Produk Lokal yang diadakan LE Semerlang dan CRI, Kamis, 14 April 2010 di balaidesa Cinangsi Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap.

 Kent adalah seorang warga Australia yang kebetulan ikut dalam rombongan kawan-kawan CRI ke Cilacap. Ia bercerita kalau ia sekarang menjadi volunteer di CRI sampai setahun ke depan. Pada awalnya Kent bukanlah pemateri yang di rencanakan dalam manual acara. Namun melihat antusiasme Kent ketika berdiskusi tentang pengemasan, atas inisiatif bersama maka Kent di daulat menjadi salah satu pemateri dalam tema Teknik Pengemasan.

Ketut Sutawijaya, Admin pasarkomunitas menjadi penerjemah ketika Kent menyampaikan materinya. 50 lebih Peserta pelatihan tampak bersemangat, semua bangku di geser merapat kedepan. "Bukan hanya materi yang membuat saya bersemangat mas, tapi karena belum pernah ada bule yang mampir disini, makanya jadi lucu," kata Mahbub, salah seorang pengrajin sale pisang yang ikut menjadi peserta pelatihan. "Terus terang saja saya ndak ngerti bahasa Inggris, untung ada penerjemahnya,"lanjut Mahbub.

Kent memang menjadi satu magnet tersendiri bagi peserta pelatihan. Ia bahkan sempat nervous ketika menyampaikan materinya. Hampir semua peserta diam dengan sesekali tersenyum, bahkan ketika kent menanyakan, apakah ada yang mau bertanya? semua tetap fokus melihat Kent, dengan ekspresi yang sama seperti sebelumnya.

Namun apa yang di sampaikan Kent cukup mengena dengan kebutuhan peserta. Salah satunya adalah contoh produk-produk lokal yang di pamerkan oleh Kent. Ia menunjukan produk krupuk, sale, jagung goreng yang telah dikemas dan di jual belikan di supermarket-supermarket di Indonesia. Peserta tampak berkali-kali menggelengkan kepala ketika Kent meyebutkan harga produk yang ia bawa. Harga hampir 100% lebih tinggi dari produk yang sama yang ada di Cilacap.

Hampir 1,5 jam menyampaikan materinya dan peserta pelatihan juga akhirnya bisa cair dan menanyakan beberapa hal yang di sampaikan Kent. Kent, layaknya artis dalam sinetron Bule Masuk Kampung. Ia menjadi jeda, sebuah koma dalam kalimat yang menghentikan kebosanan. Setelah acara selesai, kru Semerlang FM memintanya berpose siaran dan mengabadikannya dalam beberapa jepret kamera.

Comments
Search
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Last Updated ( Tuesday, 18 May 2010 06:16 )  

Kirim Berita

Pilihan Bahasa

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Survei

Apa Pendapat Anda tentang Kinerja Penanganan Korban Gempa Bumi (2/9/2009) oleh Pemkab Cilacap?
 

RSS

You are here: