Forum Warga

TKW meninggal, Penyebab Kematian Masih Buram

E-mail Print PDF

Tuti Sulastri (29), TKW asal Desa Gandrungmangu  Kecamatan GandrungmanguKabupaten Cilacap yang meninggal di Singapura, hari jum'at ini (30/07/10) di kebumikan di pemakaman Ciawitali Gandrungmangu. Tuti yang berangkat menjadi TKW 6 bulan lalu, di tetapkan Rumah Sakit Singapura meninggal karena bunuh diri pada hari minggu (25/07/2010).

Kabar meninggalnya Tuti di terima keluarga pada hari Senin sore (26/07) melalui perwakilan PPTKIS yang memberangkatkan Tuti yakni PT. Arafah Bintang Perkasa. Suaminya Setiyo Purnomo (40), setelah mengurus surat-surat ke desa dan institusi terkait, esok harinya langsung berangkat ke Jakarta untuk mengurus dan menjemput kepulangan jenazah istrinya. Dan pada kamis malam pukul 22.00 WIB, jenazah Tuti sampai di rumah duka di dusun Ciawitali Gandrungmangu.

Tuti dan Pur sudah menikah sepuluh tahun lebih. Dari pernikahan mereka, telah lahir 2 anak yakni Rizky (10) dan Rafli (3). Pada akhir 2009 Tuti berniat bekerja di luar negeri agar bisa sedikit menaikan taraf ekonomi
keluarganya. Akhirnya pada Januari 2010 ia mengikuti PAP dan bulan itu juga Tuti berangkat ke Singapura untuk mulai bekerja. Harapan tinggal harapan. Niat luhur Tuti untuk menyekolahkan anaknya lebih tinggi dari hasil bekerjanya di luar negeri kini pun pupus. Ia telah dipanggil lebih awal oleh Allah SWT.

Tiga minggu sebelum di kabarkan meninggal, Tuti sempat mengabarkan suaminya kalo ia tidak betah di tempat majikan. "walaupun ia tidak cerita banyak hal, tapi saya tahu, ia sedang dalam keadaan susah", Ujar
Pur. "Istri saya orangnya perwira, ia jarang menceritakan tentang orang lain. Termasuk sama saya, ia sangat menghormati suami", sambung Pur berkaca-kaca. Walaupun keluarga nya belum menerima sepenuhnya atas vonis penyebab kematian Tuti, namun Pur mengaku sudah ikhlas dengan kematian istrinya. "Walaupun saya menuntut, toh istri saya tidak akan hidup lagi", ujarnya. Untuk itulah ia tidak mengijinkan istrinya untuk di otopsi ulang. "Yang terpenting sekarang adalah, istri saya di kuburkan dulu, kalo ada masalah, biar di bahas kemudian. Saya hanya pengin meminta buku harian istri saya yang sekarang di sita kepolisian Singapura. Karena saya yakin kuncinya ada disitu semua", lanjut pur mengakhiri ceritanya.

Kepala desa Gandrungmangu Suharto (46) ketika di hubungi terpisah mengatakan kalo ada sedikit kejanggalan dalam kronologi kasus kematian Tuti. "Menurut keterangan PT. Arafah semalam, Tuti meninggal bukan di tempat majikan maupun agen pertama yang menyalurkan Tuti. Tapi ia meninggal di PT. Jack, agen lain yang berniat menyalurkan Tuti ke Majikan lain", ujar Suharto. "Cerita nya Tuti diantarkan majikan ke PT. Jack, karena ia sendiri yang mengatakan ke majikan kalo ia sudah tidak betah, ia ingin pindah majikan. Akhirnya, oleh majikan Tuti diantar ke PT. Jack tersebut untuk disalurkan ke majikan lain. Tapi baru sekitar 3 hari di PT. Jack, tuti di kabarkan di temukan menggantung diri di garasi PT", sambung Suharto.

Banyak kasus kematian buruh migran indonesia yang memang vonis penyebab yang di keluarkan rumah sakit luar adalah bunuh diri. Beberapa diantaranya karena penyakit paru-paru. Tentu masih lekat dalam ingatan kita, tahun lalu warga Bantarsari Hajaroh, meninggal dunia di Malasyia karena penyakit paru-paru, Tutur Komariah bahkan dikabarkan meninggal di jalan ketika pulang karena paru-paru. Dan Nadhiroh warga Cipari meninggal di Abu Dhabi karena bunuh diri. Hari ini kasus yang sama terjadi kembali. Tuti, di tetapkan rumah sakit Singapura meninggal karena gantung diri di garasi PT. jack.

Tuti, Hjaroh, Tutur Komariah dan Nadhiroh adalah potret terkini masih minimnya perlindungan dan kontrol terhadap tenaga kerja luar negeri kita. Sementara dengan kasus-kasus ini, pemerintah terkesan diam saja. Sampai kapan penyebab kematian buruh migran terjawab tuntas dengan tidak hanya mengandalkan surat keterangan kematian dari rumah sakit tempat bekerja TKI kita. Jika memang kematian nya karena bunuh diri, tentu keluarga berhak tahu, kenapa korban sampai berniat untuk bunuh diri.

Comments
Search
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Last Updated ( Saturday, 31 July 2010 06:37 )  

Kirim Berita

Pilihan Bahasa

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Survei

Apa Pendapat Anda tentang Kinerja Penanganan Korban Gempa Bumi (2/9/2009) oleh Pemkab Cilacap?
 

RSS

You are here: